fbpx

KESEPAKATAN ULAMA ATAS BID’AHNYA MENJADIKAN NYANYIAN SEBAGAI AGAMA & KETAATAN

💫 KESEPAKATAN ULAMA ATAS BID’AHNYA MENJADIKAN NYANYIAN SEBAGAI AGAMA & KETAATAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Menjadikan nyanyian sebagai wasilah dan taqarrub kepada Allah adalah bentuk ibadah yang dibuat-buat oleh sekte Shufiyyah. Keyakinan ini juga diikuti oleh sebagian kelompok Ahli Bid’ah di zaman ini seperti Ikhwan Muslimin dan kelompok-kelompok yang mengikuti langkah mereka. Maka tidak heran jika kita melihat mereka melantunkan nyanyian-nyanyian yang mereka namakan nasyid di dalam kegiatan-kegiatan mereka bahkan di dalam masjid sekalipun dengan dalih “inikan dakwah”.

Nyanyian yang mereka namakan nasyid-nasyid ini hakikatnya adalah bid’ah shufiyyah zaman dulu, sekalipun mereka memolesi dengan sebutan nasyid islami atau yel-yel islami.

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa Nyanyian Shufiyyah ini adalah bid’ah berdasarkan kesepakatan Ulama Islam, tidak ada yang menyelisihinya kecuali orang yang syadz (ganjil/nyeleneh dalam pendapatnya).

✅Berkata Al-Hafidz Ibnush-Shalãh Asy-Syafi’i As-Salafi rahimahullah:

وقولهم في السماع (إنه من القربات والطاعات) قول مخالف لإجماع المسلمين.

Pendapat mereka tentang nyanyian: “bahwasanya nyanyian termasuk qurbah (pendekatan diri) dan ketaatan” adalah pendapat yang MENYELISIHI KESEPAKATAN KAUM MUSLIMIN.
📚(Dinukil oleh Ibnul-Qayyim dalam Kasyful-Ghithâ’:39, lihat As-Saif Al-Yamâni Alâ Man Abâhal-Aghâni Lisyaikhina Al-Imâm:100)

✅Dan berkata Al-Allamah Ibnul-Qayyim rahimahullah:

أن هذا السماع على هذا الوجه حرام قبيح لا يبيحه أحد من المسلمين، ولا يستحسنه إلا من خلع جلباب الحياء والدين عن وحهه، وجاهر الله ورسوله ودينه وعباده بالقبيح.

Bahwa nyanyian dengan model seperti ini adalah haram lagi jelek TIDAK ADA SEORANG MUSLIM PUN YANG MEMBOLEHKAN. Dan tidak ada yang menganggapnya baik kecuali orang yang melepaskan hijab malu dan agamanya dari wajahnya, dan dia terang-terangan melakukan kejelekan (dosa) di hadapan Allah, RasulNya, agamaNya, dan hamba-hambaNya.
📚(Kasyful-Ghithâ’:57, lihat As-Saif Al-Yamâni Alâ Man Abâhal-Aghâni Lisyaikhina Al-Imâm:100)

✅Dan berkata Abuth-Thayyib Ath-Thabari rahimahullah:

اعتقاد هذه الطائفة مخالف لإجماع المسلمين، فإنه ليس فيهم من جعل السماع دينا وطاعة، ولا رأى إعلانه في المساجد والجوامع، وحيث كان من البقاع الشريفة والمشاهد الكريمة، وكان مذهب هذه الطائفة مخالفا لما اجتمعت عليه العلماء، ونعوذ بالله من سوء التوفيق

Keyakinan sekte ini (Shufiyyah) MENYELISIHI KESEPAKATAN KAUM MUSLIMIN. SUNGGUH TIDAK ADA SEORANG PUN DARI MEREKA YANG MENJADIKAN NYANYIAN SEBAGAI AGAMA DAN KETAATAN, dan (tidak seorang pun juga) yang berpendapat (bolehnya) mementaskannya di Masjid-masjid dan Jawâmi’ (masjid Jâmi’), dan tempat-tempat mulia mana pun.

MADZHAB SEKTE INI MENYELISIHI KESEPAKATAN ULAMA. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan.
📚(As-Samã, lihat As-Saif Al-Yamâni Alâ Man Abâhal-Aghâni Lisyaikhina Al-Imâm:100)

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kaum muslimin dan membuka hati mereka agar tidak tertipu dengan da’i-da’i penyesat umat yang berdakwah dengan nyanyian atas nama nasyid-nasyid “islami” atau yel-yel “islami”.

والله الموفق.

🗓6 Rajab 1440
✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Darul-Hadits Ma’bar-Yaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *